Jun 15

KAMPUNG KB KELURAHAN KOTALAMA MALANG

Dipilih Menjadi Kampung KB! Hmm, Mengapa Ya?????……..

Kamis, 14 April 2016 12:24

IMG-20160414-WA0010

IMG-20160414-WA0005

IMG-20160414-WA0004– Kelurahan Kota Lama, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang dipilih menjadi tempat pencanangan Kampung Keluarga Berencana (KB), Kamis (14/4/2016).

Kelurahan ini dipilih karena masih masuk dalam kategori kelurahan yang kesadaran warganya perihal KB masih sangat rendah.

Kepala Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat Dra  Penny Indriyani. MM. mengatakan tingkat kesadaran ber-KB di kelurahan itu di bawah rata-rata Kota Malang.

“Kesadaran ber-KB rata-rata kota ini 79 persen. Kalau di sini di bawah itu. Data pasti belum kami himpun, tapi dari kondisi di lapangan, jumlah rata-rata anak dari satu keluarga yaitu tiga,” katanya.

Kelurahan itu dipilih sebagai tempat pencanangan juga karena masuk dalam kategori kawasan kumuh. Angka kemiskinannya 34 persen.(sam ined KUTHOLAWAS)

 

Jun 15

SMA LAB UM DORONG SISWA PRESTASI INTERNASIONAL

MALANG KOTA – Satu lagi prestasi yang ditorehkan oleh siswa SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang (UM). Kali ini nama sekolah itu harum di kancah internasional. Ya, dua orang siswanya Achmad Aditya Zain dan Rangga Adi Sanjaya berhasil menyabet dua medali sekaligus di ajang International Robotic Training and Competitions (IRTC) University of Life Malaysia pada Januari 2016 lalu.

Prestasi nonakademik dari SMA yang berlokasi di Jalan Bromo 16 Malang itu memang tidak bisa dipandang sebelah mata. Segudang prestasi sudah diraih oleh siswa-siswinya. Hal tersebut tidak terlepas dari dukungan dari pihak sekolah yang mendorong para siswanya untuk terus berprestasi. Baik prestasi akademik maupun nonakademik.

Kepala SMA Lab UM Rosdiana Andini MPd mengatakan, seluruh kegiatan siswa selalu mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah. ”Kami juga mengadakan pembinaan kepada siswa untuk terus mengembangkan potensinya,” terang dia ketika ditemui Jawa Pos Radar Malang di ruang kerjanya, Selasa kemarin (14/6).

Rosdiana menambahkan, jika ada siswanya yang akan berkompetisi di tingkat nasional maupun internasional, maka pihaknya selalu memberi dukungan penuh. Baik secara finansial maupun nonfinansial. ”Pasti kami fasilitasi dari awal keberangkatan untuk biaya selama di sana hingga kepulangan,” jelasnya. Tidak hanya itu, para siswa juga sebelumnya diberikan izin untuk membantu proses kompetisi.

Bagi siswa-siswi yang berhasil menang pada kejuaraan, pihak sekolah juga memberikan reward (penghargaan) kepada mereka. ”Misalnya pembebasan SPP,” lanjutnya. Selain itu, juga pemberian piagam penghargaan yang bisa mereka gunakan untuk mempermudah jalur masuk perguruan tinggi. Rosdiana mengungkapkan, pemberian pembebasan SPP didasarkan pada kategori kompetisi yang diikuti siswa.

Dikatakannya, pihak SMA Lab UM memberikan apresiasi penuh kepada siswa-siswi yang berprestasi, tidak hanya di bidang akademik tapi juga nonakademik. ”Sekolah kami rutin mengirim siswa untuk mengikuti perlombaan,” ucap Rosdiana. Bahkan, para siswa diwajibkan untuk mengikuti minimal satu ekstrakurikuler yang ada di sekolah. Di SMA Lab sendiri terdapat 31 jenis ekstrakurikuler. ( SAM INED /KUTHOLAWAS)

 

 

Jun 15

TUJUH TEMPAT HARAM UNTUK MEROKOK

MALANG KOTA – Dalam waktu dekat, para perokok aktif di Kota Malang bakal dibatasi ruang geraknya. Kemarin (14/6), Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menggelar rapat membahas rancangan peraturan daerah (ranperda) tentang kawasan tanpa rokok (KTR).
Dalam rapat tersebut, pemkot membahas tujuh tempat yang steril dari rokok. Yakni fasilitas layanan kesehatan, tempat kegiatan belajar mengajar, tempat bermain anak, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja, tempat umum, dan tempat lain yang ditetapkan.
Wakil Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, dasar dari ranperda itu adalah Undang-Undang (UU) Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. ”Di sana (dalam UU) filosofinya adalah setiap pembangunan harus mempertimbangkan masalah kesehatan. Sudah tidak dipungkiri lagi rokok menjadi salah satu dari sekian penyebab orang tidak sehat. Baik perokok aktif maupun perokok pasif,” ujarnya.
Sutiaji mengatakan, perokok aktif sudah banyak yang mulai berupaya mereduksi dampak buruk rokok. Tidak dengan berhenti merokok, tapi lewat olahraga untuk membuang racun. Lalu, bagaimana dengan perokok pasif?
Perokok pasif seringkali tidak menyadari betapa bahayanya menghirup asap rokok, meski tak disengaja. Inilah yang menjadi perhatian Pemkot Malang. ”Di KTR ini, yang kami beri perhatian adalah perokok pasif,” kata dia. Terutama perokok pasif dari kelompok anak-anak, juga ibu hamil.
Terkait sanksi bagi pelanggar aturan KTR, Sutiaji belum bisa memastikan seperti apa bentuknya. Yang jelas, sanksinya sebatas tindak pidana ringan (tipiring). ”Karena penegakan perda itu tidak pada kepolisian,” jelas orang nomor dua di Kota Malang ini.
Apakah ada sanksi berupa denda? ”Ini saya belum baca lengkap naskahnya. Nanti pastinya akan ada public hearing. Yang jelas (sanksi) ada efek jeranya nanti,” ujar alumnus Universitas Islam Negeri (UIN) Malang ini.
Lebih lanjut, dia mengatakan, perda KTR tidak hanya membatasi ruang gerak perokok aktif. Tapi juga iklan-iklan produk rokok. Jadi, nantinya, iklan rokok tidak boleh masuk di area KTR seperti yang disebutkan di atas.
Sebagai informasi tambahan, regulasi KTR ini secara nasional mulai mendapatkan atensi di sejumlah daerah. Seperti dilakukan Pemprov DKI Jakarta yang tengah menggodok ranperda KTR.
Tapi, ranperda itu juga mengundang pro-kontra di masyarakat. Pertentangan datang dari industri rokok dan asosiasi pedagang yang merasa perda KTR mengganggu keberlangsungan hidup mereka ( SAM INED /KUTHOLAWAS)